Jack Ma Kembali, Alibaba Diam-diam Melonjak

Bossmoonvape – Pada November 2023, Jack Ma, pendiri sekaligus mantan CEO Alibaba, memposting memo internal yang menggugah semangat para karyawan perusahaan. Dalam memo tersebut, Jack Ma mendesak agar Alibaba segera memperbaiki arahnya. Di saat yang sama, Alibaba sedang menghadapi masa yang sangat sulit. Harga sahamnya merosot hampir mencapai titik terendah sepanjang sejarah perusahaan. Pertumbuhan yang melambat, perubahan manajemen, serta pengawasan ketat dari pemerintah China membuat Alibaba berada dalam posisi yang tertekan. Meski hampir tak terlihat di depan publik selama bertahun-tahun, kehadiran Jack Ma kali ini memberikan secercah harapan baru. Pesan tersebut memberikan semangat baru bagi Alibaba untuk bangkit dan kembali menunjukkan taji sebagai salah satu raksasa e-commerce di dunia.

Perjalanan Sulit Alibaba dan Kejatuhan yang Cepat

Keadaan sulit Alibaba di mulai pada tahun 2020, saat Jack Ma memberikan komentar yang sangat kritis terhadap regulator keuangan China. Pada waktu itu, Alibaba dan afiliasinya, Ant Group, berada di puncak kesuksesan dan bersiap untuk melantai di bursa saham. Namun, tepat dua hari sebelum Ant Group di jadwalkan melakukan IPO di Shanghai dan Hong Kong, pemerintah China membatalkan proses tersebut. Keputusan ini menjadi titik balik yang menyebabkan pengawasan ketat terhadap Alibaba selama bertahun-tahun. Tidak hanya denda yang di jatuhkan, tetapi juga perubahan struktur yang signifikan di dalam Ant Group dan penerapan berbagai regulasi baru yang membatasi ruang gerak perusahaan. Selain itu, Alibaba juga harus menghadapi tantangan berat dari persaingan yang semakin ketat. Terutama dengan munculnya perusahaan-perusahaan baru seperti Pinduoduo dan Douyin (TikTok versi Tiongkok), yang mengancam dominasi mereka di pasar.

“Baca Juga Di Aplikasi BMV Khilafers”

Bangkitnya Alibaba di Tengah Tantangan Ekonomi dan Fokus pada Kecerdasan Buatan

Namun, setelah beberapa tahun yang penuh tantangan, Alibaba mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan. Salah satu faktor yang turut mendorong kebangkitan ini adalah dukungan dari pemerintah China. Pada Februari 2025, Presiden Xi Jinping mengadakan pertemuan langka dengan pengusaha terkemuka dan secara eksplisit mendukung perkembangan teknologi dan perusahaan swasta di China. Dalam pertemuan tersebut, Jack Ma hadir bersama para pemimpin sektor teknologi lainnya. Mengirimkan sinyal kuat bahwa pemerintah China kini kembali memberikan dukungan penuh kepada Alibaba. “Pertemuan Xi dengan Jack Ma mengirimkan sinyal yang sangat jelas tentang prioritas pemerintah China saat ini. Pengembangan AI dan pertumbuhan perusahaan swasta sangat penting bagi pemulihan ekonomi China,” kata Chelsey Tam dari Morningstar.

Salah satu langkah besar Alibaba untuk beradaptasi dengan perubahan zaman adalah fokus besar mereka terhadap kecerdasan buatan (AI). Setelah kesuksesan ChatGPT, Alibaba meluncurkan model AI pertama mereka yang diberi nama Tongyi Qianwen atau Qwen. Sejak saat itu, Alibaba telah meluncurkan sejumlah model AI yang dapat membantu dalam berbagai tugas. Mulai dari pembuatan video hingga pembuatan teks dan gambar berdasarkan perintah pengguna. Langkah ini menjadikan Alibaba sebagai salah satu pemimpin dalam bidang AI, bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar seperti OpenAI dan DeepSeek.

Kini, Alibaba kembali menunjukkan performa yang mengesankan. Saham Alibaba yang terdaftar di Amerika Serikat telah mengalami lonjakan hampir 60% pada tahun ini, menambah lebih dari USD 100 miliar pada valuasi perusahaan. “Teknologi China telah bangkit, dipimpin oleh Alibaba. Alibaba berada di posisi terdepan untuk mendapatkan keuntungan dari AI dan cloud,” kata Dan Ives, analis dari Wedbush Securities, seperti yang dikutip oleh CNBC.

Dengan peran yang semakin penting dalam sektor teknologi dan dengan dukungan penuh dari pemerintah China, Alibaba kini dipandang sebagai kekuatan besar yang kembali bersaing di pasar global. Kembalinya Jack Ma menjadi simbol kebangkitan Alibaba, dan perusahaan ini kini berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama di dunia teknologi.

“Simak Juga: Poco F7 Pro & Ultra Debut, Chipset Flagship Gahar!”

Scroll to Top