Bossmoonvape – Dokter temukan dua batu besar di dalam vagina seorang wanita berusia 30 tahun yang awalnya hanya datang untuk berkonsultasi tentang masalah fertilitas. Setelah dua tahun menikah tanpa di karuniai anak, wanita ini memutuskan untuk mencari solusi medis. Namun, apa yang di temukan dokter selama pemeriksaan lebih dari sekadar masalah kesuburan. Kasus ini sangat langka, dan menjadi sorotan setelah dokter mengungkapkan adanya dua batu berukuran besar yang tersangkut di dalam tubuh pasien. Batu-batu tersebut berukuran hampir sebesar bola pingpong dan terletak di dekat tepi ureter ektopik kanan.
Awal Mula Keluhan yang Membawa ke Diagnosis
Wanita ini awalnya tidak menyadari adanya masalah serius pada tubuhnya. Keluhan pertama muncul ketika ia mengalami inkontinensia urine, kondisi yang membuatnya kesulitan menahan buang air kecil. Gejala ini membuatnya harus memakai popok saat beraktivitas sehari-hari. Meski demikian, ia menganggap keluhan tersebut sebagai hal biasa yang bisa terjadi pada wanita. Namun, seiring berjalannya waktu, siklus menstruasinya menjadi tidak teratur, dan nyeri saat berhubungan seksual semakin sering muncul. Gejala saluran kemih bagian bawah yang berulang, kadang berlangsung hingga satu atau dua bulan, semakin memperburuk kondisi kesehatannya.
Menurut laporan yang di publikasikan di Medical Journal Indonesia, dokter menemukan bahwa wanita tersebut pernah mengalami masalah kesehatan sejak usia 13 tahun. Saat itu, ia di diagnosis dengan gangguan neuro-urogenital di layanan kesehatan primer tanpa pemeriksaan lebih lanjut. Masalah tersebut tidak mendapat penanganan yang memadai, karena keterbatasan fasilitas kesehatan di daerah tempat tinggalnya, serta status sosial ekonomi yang rendah. Gejala yang di alami wanita ini sepertinya terkait dengan masalah yang lebih kompleks dan memerlukan perhatian lebih lanjut.
“Baca Juga Di Aplikasi BMV Khilafers”
Prosedur Pengangkatan Batu dan Tindak Lanjut Pascaoperasi
Setelah melakukan pemeriksaan fisik, dokter menemukan dua batu berukuran sekitar 3,6 cm x 5 cm dan 5 cm x 5,8 cm yang terjebak di dalam vagina pasien. Batu-batu tersebut saling tumpang tindih dan berada di dekat ureter ektopik kanan. Proses pengangkatan batu di lakukan melalui prosedur medis yang cukup rumit, yakni sistoskopi dan ureterografi retrograde. Di ikuti dengan prosedur ureteroskopi yang di lakukan dua kali melalui pendekatan transvaginal dan transuretral.
Setelah operasi, dokter melakukan pantauan dan tindak lanjut selama dua bulan, dan tidak di temukan masalah kesehatan lain yang signifikan pada wanita tersebut. Kondisi kesehatan pasien menunjukkan perbaikan yang baik setelah pengangkatan batu.
Kemungkinan Penyebab dan Kasus Langka Batu Vagina
Dokter menyebutkan bahwa kemungkinan besar cedera yang di alami wanita ini saat kecil menjadi pemicu terbentuknya batu tersebut. Wanita ini pernah mengalami kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan kandung kemihnya pecah. Serta kerusakan pada organ reproduksi yang tidak disadari pada saat itu. Insiden tersebut diyakini memengaruhi pembentukan batu di dalam vagina.
Kasus batu vagina ini tergolong sangat langka, dan menurut penelitian yang dipublikasikan, hanya ada satu kasus serupa yang tercatat di Indonesia. Batu vagina merupakan kondisi yang jarang terjadi, dengan hanya sedikit laporan kasus di dunia medis. Oleh karena itu, penemuan ini cukup mengejutkan dan menjadi perhatian di kalangan profesional medis.
Dengan penanganan yang tepat dan cepat, wanita ini berhasil melewati masa-masa sulitnya. Namun, kasus ini juga mengingatkan kita akan pentingnya pemeriksaan kesehatan yang lebih mendalam, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat masalah kesehatan tertentu atau pernah mengalami cedera serius.