Bossmoonvape – Studi terbaru mengungkapkan bahwa kebiasaan makan tertentu dapat menyebabkan mikroplastik masuk ke dalam tubuh. Salah satu kebiasaan yang paling mengejutkan adalah mengunyah permen karet. Penelitian ini mengungkapkan bahwa satu batang permen karet saja dapat melepaskan ratusan hingga ribuan partikel mikroplastik yang masuk ke dalam air liur dan berpotensi tertelan ke dalam tubuh. Temuan ini menyoroti pentingnya kesadaran tentang kebiasaan makan yang tampaknya sepele namun berdampak besar bagi kesehatan.
Mikroplastik dalam Permen Karet: Fakta yang Mengejutkan
Kebiasaan makan permen karet mungkin terdengar tidak berbahaya, namun penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan makan ini berisiko memicu masuknya mikroplastik ke tubuh. Berdasarkan studi yang di lakukan oleh tim peneliti dari University of California, Los Angeles. Permen karet—baik yang berbahan sintetis maupun alami—mengandung mikroplastik yang bisa terlepas ke dalam air liur saat di kunyah. Mikroplastik yang terlepas tersebut berpotensi tertelan, masuk ke sistem pencernaan, dan dapat terkumpul dalam tubuh.
Proses penelitian di lakukan dengan cara peserta mengunyah permen karet selama beberapa menit, kemudian air liur yang terkumpul di analisis. Hasilnya, permen karet sintetis dan alami dapat melepaskan mikroplastik dalam jumlah yang cukup signifikan. Sebagai contoh, satu gram permen karet mampu melepaskan sekitar 100 mikroplastik, dengan beberapa jenis permen karet melepaskan hingga 637 mikroplastik dalam satu gram.
“Baca Juga Di Aplikasi BMV Khilafers”
Dampak Kesehatan dari Mikroplastik yang Masuk ke Tubuh
Kebiasaan makan yang memicu masuknya mikroplastik ke tubuh bisa membawa dampak serius bagi kesehatan manusia. Meskipun dampak pasti dari mikroplastik terhadap tubuh manusia masih belum sepenuhnya dipahami, beberapa penelitian menunjukkan potensi risiko kesehatan yang serius. Mikroplastik yang masuk ke tubuh dapat memicu peradangan, kerusakan sel, serta gangguan pada sistem pencernaan dan pernapasan.
Lebih jauh lagi, mikroplastik yang terkandung dalam makanan atau udara dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma usus, yang bisa menyebabkan berbagai masalah pencernaan seperti kembung, nyeri perut, hingga gangguan buang air besar. Penelitian juga mengungkapkan bahwa mikroplastik bisa mengganggu sistem endokrin, yang berfungsi mengatur hormon dalam tubuh, serta sistem reproduksi. Selain itu, mikroplastik juga dapat membawa bahan kimia berbahaya seperti logam berat dan polutan organik, yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan lebih lanjut.
Upaya untuk Mengurangi Risiko Paparan Mikroplastik
Seiring dengan semakin banyaknya bukti yang menunjukkan dampak buruk mikroplastik. Penting bagi kita untuk memperhatikan kebiasaan makan dan pola hidup yang lebih sehat. Meskipun sulit untuk menghindari paparan mikroplastik sepenuhnya, ada langkah-langkah yang bisa diambil untuk mengurangi risikonya. Salah satunya adalah dengan mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang kemungkinan terkontaminasi mikroplastik. Seperti menghindari permen karet berlebihan atau menggunakan bahan makanan dengan kemasan ramah lingkungan.
Selain itu, kesadaran tentang bahan-bahan yang terkandung dalam produk makanan, termasuk permen karet, juga penting untuk mengurangi eksposur terhadap mikroplastik. Penelitian lebih lanjut dan regulasi yang lebih ketat dari otoritas kesehatan di seluruh dunia sangat diperlukan untuk melindungi masyarakat dari bahaya mikroplastik yang terkandung dalam makanan dan minuman sehari-hari.
Dengan semakin berkembangnya pemahaman tentang dampak mikroplastik bagi kesehatan manusia, kita di hadapkan pada tantangan untuk lebih bijaksana dalam memilih kebiasaan makan dan konsumsi sehari-hari.